Tampilkan postingan dengan label timnas u19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label timnas u19. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Desember 2014

Evan Dimas Akan Meriahkan Pembukaan PON Remaja

TEMPO.CO, Surabaya - Mantan kapten tim nasional sepak bola Indonesia U-19, Evan Dimas Darmono, akan menjadi salah satu pembawa obor Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I yang akan dibuka secara resmi di Surabaya, Jawa Timur, hari ini, 9 Desember 2014. Gelandang yang kini bermain untuk tim nasional senior itu akan memeriahkan perhelatan pertama PON Remaja ini.



"Ya, nanti Evan Dimas rencananya akan menjadi pembawa obor dari Grahadi ke DBL Arena," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf di kantornya, Selasa, 9 Desember 2014.



Gus Ipul, sapaan akrab Syaifullah Yusuf, mengatakan obor PON Remaja saat ini telah berada di Gedung Negara Grahadi. Pada hari ini sekitar pukul 14.00 WIB obor itu akan dibawa ke lokasi acara pembukaan PON Remaja 2014. "Acara pembukaan nanti akan dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga karena Presiden berhalangan hadir," ujar Gus Ipul.

PON Remaja digelar untuk atlet-atlet berusia maksimal 17 tahun. Turnamen olahraga ini digelar hingga 16 Desember 2014 dengan menggunakan arena yang berada di dua kota, yaitu Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.



Dengan adanya batasan umur itu, dipastikan Evan Dimas tak terlibat sebagai peserta. Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur Dhimam Abror mengatakan sengaja melibatkan Evan Dimas karena prestasinya sebagai atlet ketika remaja dianggap luar biasa. "Sangat populer dan luar biasa untuk ukuran remaja," katanya.




berita selengkapnya

Kamis, 23 Oktober 2014

Arema Lebih Suka Rekrut Skuat U-21 Ketimbang Timnas U-19


ist



Jajaran pelatih Arema Cronus mengaku tidak terpancing dengan manuver sejumlah klub pesaing yang sudah menata mesin tempurnya musim depan. Utamanya adalah untuk merekrut pemain, salah satunya adalah pemain dari tim nasional U-19.



Ditemui di sela-sela latihan rekondisi di Istana Dieng, Suharno menyatakan jika dirinya mengaku masih berkonsentrasi untuk menyambut babak delapan besar. Sehingga dirinya sama sekali tidak gusar manakala sejumlah pemain dari tim nasional U-19 menjalin kesepakatan dengan klub lain.



"Saat ini konsentrasi Arema sedang ada di puncak untuk menyambut babak delapan besar, perkara urusan pemain baru akan diselesaikan ketika musim kompetisi usai. Jadi, tidak bagus membicarakan kemungkinan Arema untuk mendatangkan mereka [timnas U-19]," kata Suharno.



Suharno menyatakan, kalaupun dipaksakan berbicara soal rekrutan pemain muda. Suharno lebih mengapresiasikan anak-anak hasil binaan Arema di kompetisi ISL U-21. Apalagi Ongis Licek tidak buruk-buruk amat karena mampu menembus babak delapan besar. Sebagai gambaran, di tim Arema sekarang, pemain seperti Sunarto, Dendi Santoso, hingga Alfarizi justru tidak lolos ke babak selanjutnya saat berkompetisi di tahun 2008/2009.



"Kami lebih senang berbicara kemungkinan merekrut pemain dari Arema U-21. Mereka sangat bagus dan perlu diapresiasi. Ya itu saja saya kira, karena kami masih harus berkonsentrasi untuk melakoni babak delapan besar," tutupnya. (wearemania.net)




berita selengkapnya

Sabtu, 11 Oktober 2014

Indra Sjafri Haramkan Garuda Jaya Telat Panas


© Fajar Rahman



Bola.net - Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri mewanti-wanti agar anak asuhnya langsung menggebrak sejak menit awal di laga kontra Australia U-19, Minggu (12/10) sore nanti.



Indra menyatakan Evan Dimas cs tak boleh mengulangi kesalahan dengan bermain terlalu lembek di awal laga seperti yang terjadi kala bertemu Uzbekistan.



"Kami harus menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal. Jangan sampai telat panas seperti saat melawan Uzbekistan," ujar Indra.



"Australia memiliki karakter permainan yang tidak jauh berbeda dengan Uzbekistan. Mereka akan bermain kombinasi umpan-umpan pendek cepat dan mengandalkan crossing. Untuk mengantisipasinya, kita juga harus main cepat dan harus memenangkan penguasaan bola sejak awal," pungkasnya. (esa/pra)




berita selengkapnya

Hadapi Australia, Timnas U-19 Dipersiapkan Antisipasi Set Piece



Bola.net - Jelang laga menghadapi Australia U-19, Timnas Indonesia U-19 latihan khusus. Penggawa Skuat Garuda Jaya mendapat porsi khusus mengantisipasi bola-bola mati.



Pada latihan yang dihelat di kompleks Youth Training Center Yangon, Sabtu (11/10) sore, Evan Dimas dan kawan-kawan dibagi dalam dua kelompok. Satu kelompok melakukan eksekusi bola-bola mati. Sementara, kelompok lain bertugas mempertahankan area mereka.



Untuk tendangan bebas tak langsung, pelatih Indra Sjafri mempercayai Evan Dimas dan Septian David sebagai eksekutor. Sementara, untuk tendangan bebas langsung, Indra mempercayakan posisi eksekutor pada Muhammad Hargianto dan Hansamu Yama.



Selain itu, pada penghujung sesi latihan, Timnas U-19 dilatih melakukan eksekusi penalti. Seluruh pemain bergiliran mengeksekusi penalti ke gawang yang dikawal bergantian oleh Ravi Murdianto, Rully Desrian, dan Diki Indrayana.



Menurut Indra Sjafri, mereka sengaja mengasah kemampuan mengeksekusi bola-bola mati sebagai alternatif buntunya alur serangan. Selain itu, mereka juga sengaja dilatih mempertahankan diri dari skema bola-bola mati Australia, yang memiliki keunggulan postur tubuh.



"Namun, persiapan kita yang utama menghadapi laga besok adalah mengembalikan mental pemain," tandas Indra. (den/pra)




berita selengkapnya

Sabtu, 04 Oktober 2014

Kurniawan pada Evan Dimas cs: Jangan Menyerah Sampai Detik Terakhir!

Jakarta - Kurang dari sepekan tim nasional bakal bertarung di Piala Asia U-19 di Myanmar. Kurniawan 'Si Kurus' Dwi Yulianto meminta Evan Dimas dkk. utampil habis-habisan dan jangan menyerah sampai detik terakhir tiap laga.



Timnas U-19 bakal memulai langkah membuka jalan ke Piala Dunia U-20 tahun depan lewat Piala Asia U-19 yang bergulir 9-23 Oktober di Myanmar. Menjadi juara adalah jalan paling aman, namun empat slot disediakan untuk negara-negara Asia dalam ajang yang akan digulirkan di Selandaia Baru tersebut.



Persiapan sudah dihelat timnas sebelum terbang ke Myanmar. Para pemain dan barisan pelatih telah bersama-sama sejak akhir Desember 2013 di Kota Batu, Jawa Timur. Serangkaian ujicoba sudah dilakoni. Dari tur nusantara, ke Timur Tengah, turnamen di Brunei Darussalam, sampai menjajal tim-tim Spanyol.



Kendati menjalani pertandingan yang rutin, Kurniawan menilai ada kelemahan yang justru bisa jadi gangguan tim dengan menghadapi lawan-lawan sesama tim Indonesia. Utamanya terkait lawan yang levelnya tak relatif di bawah timnas dan kuantitas yang terlalu banyak.



Timnas bahkan menunjukkan penampilan antiklimaks ketika tampil di Hassanal Bolkiah Trophy usai melakoni tur nusantara. Kekalahan demi kekalahan diraih. Kabar tak sedap mengikuti kalau turnamen itu bentuk dari negosiasi PSSI dengan pemilik hak siar. Padahal para pemain sudah kadung senang berangkat ke Spanyol untuk tampil dalam turnamen Cotif U-19 di Spanyol. Eh, menjelang hari H mereka tukar kepala dengan timnas U-21 yang diasuh Rudy Keltjes.



Kurniawan masih lega timnas mendapatkan ujicoba yang kembali menggairahkan semangat tampil para pemain dengan tur ke Spanyol. Setidaknya ajang itu menjadi obat kecewa bagi tim yang diasuh Indra Sjafrie tersebut.



"Terkait ujicoba keluar negeri dengan level yang di atas timnas, itu penting sekali untuk meningkatkan kualitas dan mental tandingnya. Kalau tur nusantara menurut saya terlalu banyak pertandingannya," kata Kurniawan



"Banyak imbasnya. Faktor kelelahan dan yang paling berbahaya adalah kejenuhan karena bisa mempengaruhi performa dalam pertandingan," beber pria 38 tahun itu.



Terkait teknis tim, Kurniawan menyerahkan detil-detil itu kepada barisan pelatih. Evan Dimas yang terlalu sentral ataupun para penyerang yang kurang produktif mencetak gol dinilai bukan wewenang dia untuk menganalisis.



"Jangan tanya aku kalau soal itu. Itu adalah wewenang pelatih dan saya percaya mereka tahu benar kekuatan anak didiknya," elak dia.



"Kalau mau lebih banyak gol, panggil saja Kurniawan DY lagi hahahahha……,” seloroh pesepakbola yang pernah merumput di Serawak FC itu.



Kurniawan juga tetap yakin timnas mampu meraih tiket ke Piala Dunia U-20. Tak ada keraguan dirasakan pemain yang pernah mengasah kemampuan di timnas Primavera dan Sampdoria itu.



"Kalau optimistis tetap optimistis, karena biar bagaimanapun mereka adalah kebangaan dan harapan bangsa ini. Kita harus support mereka terus," pesan pemain yang akrab disapa Si Kurus itu.



"Buat tim, saya berpesan tetap fokus dan percaya diri jaga kekompakan tidak usah mikir kalah menang duluyang penting do the best dan jangan pernah menyerah sampai detik terakhir!" tegas dia. (detik.com)



Sumber
berita selengkapnya

Laga Pertama Krusial, Timnas U-19 Targetkan Kemenangan Lawan Uzbekistan

Yogyakarta - Timnas Indonesia U-19 akan menghadapi Uzbekistan di pertandingan pertama babak grup Piala Asia 2014. Mengingat laga pertama begitu krusial, angka penuh wajib diraih oleh Evan Dimas dkk.



Selain Uzbekistan, Timnas U-19 yang berada di Grup B tergabung bersama Australia dan Uni Emirat Arab. Laga pertama akan dihelat pada 10 Oktober mendatang.



Bagi pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, laga pertama melawan Uzbekistan bukan sekadar laga pembuka, tetapi laga pembuktikan dari segala jerih payah timnya selama ini



"Pertandingan ini sangat penting karena sangat menentukan untuk langkah berikutnya," ucap Indra saat ditemui di lapangan Universitas Negeri Yogyakarta, Sabtu (4/10/2014).



"Kalau kita tidak ingin sia-sia perjuangan kita selama ini akan terhenti, ya kita harus berjuang betul-betul agar pertandingan pertama dilewati dengan kemenangan."



Laga tersebut akan menjadi pertarungan yang pertama antara timnas dengan Uzbekistan. Meski tak familiar, Indra tak khawatir karena telah mempelajari kekuatan lawan yang didukung persiapan yang maksimal sebelum kompetisi.



"Secara visual kita sudah lihat cara mereka bermain, tentu kami tidak akan mengatakan bagaimana cara mengantisipasi mereka," lanjut Indra.



"Tapi percayalah kami sudah menyaksikan beberapa kali pertandingan mereka lewat video, beda dengan Uni Emirat Arab yang pernah kita lawan (di laga ujicoba)," kata dia. (detik.com)




berita selengkapnya

Soal Misi ke Piala Dunia U-20, Indra Sjafri: Yang Penting Perjuangkan Dulu

Yogyakarta - Timnas Indonesia U-19 berlaga di Piala Asia U-19 2014 dengan mengusung misi lolos ke Piala Dunia U-20. Walaupun tak akan mudah diraih, namun Indra Sjafri menuntut supaya timnya berusaha semaksimal mungkin.



Sebagai catatan, empat tim yang menembus babak empat besar di Piala Asia U-19 2014 berhak mendapatkan tiket lolos ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru pada 2015.



Perjuangan 'Garuda Muda' untuk mencapai ambisi itu akan dimulai di Myanmar pada pekan depan, di mana mereka tergabung di Grup B bersama Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab.



"Hal yang paling penting pertama adalah ada keyakinan," sahut Indra, Sabtu (4/10/2014) sore WIB. "Karena bagaimana mungkin jika tanpa keyakinan itu bisa tercapai?"



"Dengan persiapan yang maksimal dan usaha serta doa, kalaupun gagal bukanlah aib. Tapi kalau tidak berusaha, keyakinan itu tidak diperjuangkan betul-betul maka itu aib."



Di Piala Asia U-19, Indonesia pernah tiga kali finis di dua besar; sekali berbagi gelar juara dengan Burma pada 1961 dan dua kali runner-up pada 1967 dan 1970. Namun, baru sekali bisa bermain di Piala Dunia U-20, yakni pada 1979, dengan menggantikan Irak.



Pada perhelatan Piala Dunia U-20 ketika itu, Indonesia tergabung satu grup bersama Argentina, Polandia, dan Yugoslavia. Ketika itu, seperti dilansir oleh situs resmi FIFA, Argentina diperkuat oleh nama-nama (yang kelak bakal) beken seperti Diego Maradona dan Ramon Diaz. (detik.com)




berita selengkapnya

Rudy Keltjes Minta Kritikus Jauhi Indra Sjafri dan Timnas U-19

Goal.com - Penasihat Teknis Badan Tim Nasional (BTN) Usia Muda PSSI, Rudy Keltjes meminta para kritikus untuk bisa menjauhi Indra Sjafri beserta anak didiknya di timnas Indonesia U-19.



Skuad Garuda Jaya menjadi sorotan para pengkritik lantaran mereka menuai hasil kurang memuaskan saat melakoni tur ke Spanyol. Mereka dikalahkan Atletico Madrid B 2-1, menahan imbang Valencia B 1-1, dicukur Barcelona B 6-0 dan terakhir dikandaskan Real Madrid C 5-0.



"Saya ingin membawa timnas Indonesia sukses dan saya pikir itu bisa dicapai asal kita saling dukung dan jangan saling kritik dan menjatuhkan pelatih lain," ucap Rudy kepada Sportsatu.com.



"Saya minta kepada teman-teman saya yang mantan pemain tim nasional dan pelatih jangan menyudutkan Indra Sjafri. Dia sudah bekerja dengan sangat baik, jadi mari kita dukung bersama."



Rudy pun berkomentar soal tur Spanyol, ia menganggap tak mengapa dibantai di negeri matador.



"Uji coba ke Spanyol kemarin oke, hasilnya memang tak maksimal tapi motivasi anak-anak sudah bagus. Rencananya mereka akan berangkat ke Myanmar untuk mengikuti AFC hari Minggu (5/10)."




berita selengkapnya

Rabu, 24 September 2014

Hadapi Real Madrid C, Indra Sjafri akan Rotasi Pemain


Liputan6.com/Helmi Fithriansyah



Liputan6.com.Barcelona - Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, akan merotasi pemainnya saat menghadapi Real Madrid C, Kamis (25/9/2014) besok. Menurut Indra, tur Spanyol ini adalah program uji coba bagi seluruh pemainnya untuk persiapan Piala Asia di Myanmar pada Oktober mendatang.



"Tentu, rotasi akan dilakukan. Ajang ini bukan untuk mengalahkan mereka (klub spanyol), tapi untuk mencari komposisi pemain yang tepat untuk ajang yang lebih penting (Piala Asia)," ucapnya.



Evan Dimas dan kawan-kawan sudah melakoni tiga laga di Spanyol. Sebelumnya, skuat Garuda Jaya harus mengakui keunggulan Atletico Madrid B 1-2 dan ditahan imbang Valencia B 1-1. Di laga terakhir, skuat Garuda Jaya harus menyerah 0-6 dari Barcelona B.



Soal kekalahan dari Barcelona, pelatih asal Padang itu menilai anak asuhnya sering melakukan kesalahan. "Kami kehilangan identitas permainan. Anak-anak sering salah passing, tidak bisa mengantisipasi pergerakkan lawan."




berita selengkapnya

Jumat, 25 Oktober 2013

Sabeq Fahmi Fahrezy Pencetak 14 Gol Dalam Satu Laga Timnas





Setelah absen di AFF Cup U19 2013 dan Kualifikasi AFC Cup U19 2014, Sabeq Fahmi Fahrezy siap kembali ke Timnas Indonesia U19. Kehadiran muka lama di Timnas Indonesia U19 ini patut ditunggu. Pasalnya, Sabeq Fahmi Fahrezy adalah juru gedor andalan tim Garuda Jaya, ia bahkan pernah mencetak 14 gol dalam 1 laga bersama Timnas Indonesia U19.
berita selengkapnya