Sabtu, 01 Maret 2014

Thibaut Courtois: Derby Kali Ini akan Menentukan

Kiper Atletico Madrid, Thibaut Courtois, menolak mengecilkan pentingnya bentrokan di La Liga pada Minggu (2/3), kala klubnya disambangi Real Madrid di Vicente Calderon. Atletico memasuki pertandingan ini dengan modal posisi ketiga klasemen sementara La Liga.


Los Rojiblancos tertinggal tiga poin di belakang Los Blancos, yang saat ini ada di puncak dari 27 pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi. ”Ya, laga ini seperti final,” kata Courtois kepada AS.


”Karena mereka tiga poin di depan kami, tidak punya pilihan selain menang dan kembali ke puncak klasemen . Ini akan menjadi pertandingan yang sulit, karena Real Madrid bermain dengan baik,” lanjutnya.


Menurut Courtois, dia mengharapkan permainan besar di Calderon dan menang. Pada awal Real Madrid diakui kiper asal Belgia masih adaptasi dengan Carlo Ancelotti, kala itu Atletico memenangi laga serupa di Santiago Bernabeu.


”Tapi apa yang dapat Anda lihat saat ini. Mereka sekarang jauh lebih solid. Mereka tidak memberikan banyak peluang ke lawannya. Di depan, mereka juga terlihat baik sekali,” tutur penjaga gawang pinjaman dari Chelsea ini.


Sebelum melakoni Derby Madrid ini, Atletico telah kehilangan empat dari enam pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Ini yang wajib diwaspadai oleh Atletico.


berita selengkapnya

Atletico Madrid Harus Menangi El Derbi madrileno

Bek Atletico Madrid asal Brasil, Miranda, menegaskan bahwa timnya harus meraih kemenangan saat menghadapi Real Madrid dalam El Derbi madrileno, Minggu (2/3), di Vicente Calderon.


Saat kedua tim bertemu pertama kali di Santiago Bernabeu awal musim ini, Diego Costa sukses membawa Atleti menang 1-0 atas rival sekotanya itu, di mana itu menjadi kemenangan pertama Atletico atas Real Madrid sejak 1999, dan kemenangan di Calderon ingin bisa meraih dobel kemenangan pertama atas Los Blancos dalam 63 tahun terakhir.


Kekalahan mengejutkan 0-3 dari Osasuna pekan lalu membuat Rojiblancos tertinggal tiga poin dari Real Madrid yang berada di puncak klasemen La Liga. Dan Miranda pun yakin sudah waktunya bagi timnya membuktikan diri sebagai salah satu kandidat juara.


“Kami harus memenangkan pertandingan seperti ini, karena mereka akan menegaskan apakah kami akan bertarung untuk kejuaraan ini atau tidak. Jika mereka unggul enam poin maka itu akan sulit. Jadi, kami harus sangat berhati-hati dan bermain untuk menang,” ujar pemain asal Brasil itu seperti dilansir Goal.


“Untuk mengalahkan Madrid, Anda harus kuat dan kompak. Kami harus kembali menjadi tim yang sangat solid, kompetitif, dan bertarung dari menit pertama hingga 93,” lanjutnya.


Atletico Madrid tak pernah memenangi gelar juara liga sejak 1996 dan berharap bisa mematahkan duopoli yang dilakukan Real Madrid dan Barcelona sejak Valencia memenangi gelar juara pada 2004 silam.


berita selengkapnya

Vialli: Kalau Moyes Melatih di Serie A, Ia Sudah Dipecat Tiga Kali!

Manajer Manchester United, David Moyes mungkin sudah dipecat tiga kali andai ia berkarier di Serie A, kata mantan manajer Chelsea, Gianluca Vialli.


Vialli yang kini berusia 49 tahun itu tidak menangani klub lagi semenjak dipecat oleh Watford 11 tahun silam. Ia ingin kembali ke dunia kepelatihan, tetapi tidak di Italia, dimana ia menganggap manajer di negeri itu terlalu mendapat banyak tekanan.


“Di Italia, manajer hanya dinilai dari hasil belaka. Manajer klub Italia tidak menikmati pekerjaannya. Andai David Moyes berada di Italia, mungkin sekarang ia sudah dipecat tiga kali,” ucap Vialli berkaca atas kegagalan United yang hanya menang empat kali dari 12 laga terakhir kepada BBC Radio 4.


“Di Premier League, anda bisa mendapat perasaan kalau manajemen klub memberikan kelonggaran waktu untuk menyelesaikan masalah yang anda. Mereka lebih pengertian dan paliung penting, pemiliki klub tidak berpikir kalau mereka lebih tahu dari pada manajernya. Mereka membiarkan para manajer menjalankan tugasnya dan tidak memecat anda setelah dua-tiga kekalahan perdana.”


berita selengkapnya

Hiddink Siap Kembali Tangani Timnas Belanda

Mantan pelatih Chelsea dan Real Madrid, Guus Hiddink, menyatakan siap untuk menangani timnas Belanda setelah Piala Dunia 2014 dan siap untuk menyatu bersama staf penuh bintang untuk membawa Belanda ke Euro 2016.


Hiddink pernah menghabiskan empat tahun menjadi pelatih timnas Belanda antara 1994 sampai 1998, sebelum akhirnya menangani sejumlah klub besar, seperti Real Madrid, Real Beti, PSV Eindhoven, Chelsea, dan yang paling terakhir menangani Anzhi Makhachkala.


Sementara di level internasional, Hiddink berpengalaman menangani timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2002, Australia dan Rusia, sebelum akhirnya menangani Turki pada 2010 sampai 2011.


Namun, setelah meninggalkan Anzhi Makhachkala tahun lalu, meski ia sempat berperan sebagai penasehat di PSV, Hiddink menyatakan siap kembali dan siap menjadi penerus Louis van Gaal setelah Piala Dunia di Brasil.


Hiddink, telah menandatangani kontrak kesepakatan berdurasi empat tahun dengan KNVB untuk menangani timnas Belanda, menggantikan posisi Louis van Gaal yang akan pergi setelah Piala Dunia 2014 musim panas mendatang.


“Saya bekerja dengan KNVB (asosiasi sepak bola Belanda) untuk menciptakan sebuah tim kepelatihan di sekitar saya. Kami akan membutuhkan beberapa hari atau mungkin beberapa pekan,” ujar Hiddink kepada NOS.


“Ini akan menjadi tim yang luar biasa. Saya tak akan menjadi pelatih yang pemurah. Ketika saya melakukan sesuatu, saya ingin melakukan sebaik saya bisa. Jika tidak, saya tak akan melakukannya,” lanjut pelatih berusia 67 tahun.


Jaap Stam, Ruud van Nistelrooy, dan Giovanni van Bronckhorst dikaitkan akan bekerja bersama Hiddink. Namun, asisten Hidink, Danny Blind, siap untuk bertahan sebagai wakil Hiddink, dan berpotensi menjadi pelatih setelah Euro 2016.


berita selengkapnya

Andy Murray Tersungkur di Acapulco

Grigor Dimitrov sukses melaju ke final Meksiko Terbuka 2014 yang berlangsung di Acapulco. Jagoan tenis Bulgaria ini mengalahkan petenis putra terbaik Britania Raya, Andy Murray, untuk mencapai partai pamungkas pada Sabtu (1/3).


Juara Wimbledon 2013 itu dikalahkan Dimitro dalam laga tiga set, 4-6, 7-6, dan 7-6. Pertarungan dua petenis papan atas ini memakan waktu cukup lama, hampir tiga jam. Setelah awal yang ketat, Murray mematahkan servis lawannya pada posisi, 4-4, di set pembuka, lalu memenangkan pertarungan.


Meskipun demikian, Dimitrov yang seperti telat panas, mampu membuat dua set tersisa menjadi miliknya. Dua kali tie-break dan lolos dari hadangan Murray, Dimitrov pun melaju ke laga perebutan juara turnamen ini.


berita selengkapnya

Tak Bisa Main Kontra Milan, Vidal Sanjung Marchisio

Arturo Vidal memuji rekan setimnya di Juventus, Claudio Marchisio dengan mengatakan dia bisa melakukan apa pun di lini tengah.


Pemain asal Chile itu diskors saat Juventus melawan Milan, sehingga Marchisio diprediksi bakal mengambil tempatnya setelah mengisi posisi Andrea Pirlo di laga kontra Trabzonspor.


“Marchisio membuktikan dia bisa bergerak dengan baik sebagai gelandang deep-lying, ” kata Vidal kepada Tuttosport.


“Lagipula kita semua sudah tahu Claudio bisa melakukan apa saja di lini tengah. Dia bisa menjadi penyerang dalam yang membantu serangan atau gelandang yang bisa mengatur tempo.”


Vidal kemudian merasa tersanjung atas beberapa klub papan atas Eropa seperti Bayern Muenchen, Barcelona dan Real Madrid yang tertarik membelinya.


“Saya berterima kasih kepada siapa pun yang telah mengemukakan minatnya, tapi saya semakin bertekad untuk melanjutkan perjalanan saya di tim ini,” pungkas pemain yang ingin meraih gelar ganda musim ini.


berita selengkapnya

Manuel pallegrini Incar Trofi Piala Liga

Setelah beberapa musim ini Manchester city tidak bisa meraih trofi juara, kali ini manuel pallegrini bertekad untuk bisa meraih juara piala liga, trofi ini adalah trofi yang sangat penting bagi anak asuh pallegrini, di final piala liga ini mereka akan berhadapan dengan sunderland, pertandingan itu akan di langsungkan di akhir minggu ini di stadion wembley, tekad bulat untuk mengangkat trofi yang di miliki olah pasukan pallegrini akan membuat laga kali ini berlangsung sangat ketat.


Manuel Pellegrini

Manuel Pellegrini



Liga bola Pallegrini tidak menganggap remah sunderland, meski secara level sunderland masih di bawah Manchester city namun pallegrini tidak bisa mengabaikan kekuatan sunderland begitu saja, sunderland sebelumnya bisa menyingkirkan chelsea, dan itu adalah suatu pencapaian yang sangat kuat dan tidak boleh di lupakan begitu saja. Pallegrini ingin memetik hasil yang positif atas kerja keras yang ia lakukan untuk Manchester city, untuk itu squad Manchester city sangat butuh trofi di musim ini.


Dalam ajang piala liga Manchester city selalu memenangkan pertandingan dengan sudah mengkoleksi sembilan belas gol dan hanya kemasukan satu gol saja, hal itu membuat Manchester city percaya diri untuk bisa menaklukkan sunderland, kekuatan sunderland juga sangat hebat, selain mampu menyingkirkan chelsea sunderland juga sebelumnya juga sanggup mendepak Manchester city di ajang piala liga ini, untuk itu Manchester city tidak akan membuat lengah pertandingan kali ini, di laga kali ini Manchester city memang lebih di unggulkan, akan tetapi Manchester city harus membuktikan untuk kemenangan dan harus mampu menaklukkan sunderland agar bisa mengangkat trofi juara piala liga musim ini.


berita selengkapnya